Fundraising Versi Generasi Mecin

3 desain notebook: produk dari Cupang Creative Production Gue mau share cerita soal homestay lagi nih. Sabar ya yang nunggu cerita-cerita dari Russia, ai masih syibuk fundraising untuk homestay program ke Jepang. hahaa Waktu keberangkatan semakin dekat tapi dana tim yang akan berangkat ke Jepang masih butuh banyak, kabar dari sponsor pun tak kunjung datang. Uang…

Sempak di Kereta Russia

Tragedi taxi 170 dollar sebetulnya ada baiknya juga buat gue, kalau gak mengalami kejadian itu mungkin gue gak akan pernah belajar bahwa hal-hal printil adalah bagian paling penting dalam setiap perjalanan, terutama solo traveling. Karena loe gak akan pernah tau apa yang akan terjadi, dan loe cuma bisa mengandalkan diri sendiri. Kekonyolan perjalanan gue gak…

Taxi 170 Dollar di Negara Pertama: Russia

Jadi Russia ini adalah negara pertama yang gue kunjungi, iyaaa in my life, pertama kali ke luar Indonesia langsung ke Russia, daaan sendirian pulak. HAHAHAHA Sebenernya gue bisa berangkat ke sana pun karena ikut seleksi (di kantor) United Nation Volunteer HeadQuarter dan kepilih deh untuk jadi perwakilan UNV Indonesia ke World Festival Youth and Student…

Hidup Seadanya Demi Homestay Program

Ketika kondisi memaksa gue untuk hidup dengan mengandalkan diri sendiri, itu berarti gue harus mengatur segala sesuatunya sendiri, termasuk soal keuangan. Dan ini yang paling berat bagi gue, since my mother was the only one who able to managed my financial. Sialnya lagi gue lebih teliti pada huruf dibanding angka. Semuanya terasa lebih berat ketika…

Merayakan Kepahitan

Dalam sebuah diskusi cinta dan cangkir kopi, Aprida pernah menjelaskan kepada saya bahwa bagi seorang kristiani: Hidup adalah sebuah penebusan dosa. Pada titik tersebut saya setuju, pernah saya berpikir bahwa (mungkin) di kehidupan sebelumnya saya ini adalah seekor ular liar yang membunuh orang sesuka hati di hutan, di kebun, di manapun saya tersesat. Itu mungkin…

Tetap Menjadi Manusia

“Haidar!!” Dari balik bilik kerja seorang kawan memanggil staff IT favorit kita semua. Dia sedang dilanda kesulitan mencetak gambar di mesin pencetak. Berjarak lebih dari 3 meter, Haidar menggerutu “Ada telefon lho, kenapa mesti teriak.” keluhnya sambil tetap senyam-senyum. “Loh, ini justru menjaga kita tetap seperti manusia.” Timpal Kak Gibthi. “Lah, gimana coba, kan ada…