PEJUANG BUKAN???

turuntangan

“TurunTangan sebagai jembatan dari politik lama (money politik) menuju politik baru (Enol Rupiah)” Ucapan Mas Bhe beberapa minggu lalu, kembali terdengung di telinga saya. Ucapan itu terus mengiri saya beberapa hari ini. Beberapa hari yang cukup membingungkan untuk saya.

Jujur teman-teman, sampai kemarin pagi saya masih harus berpikir akan memberi dukungan kepada siapa di tanggal 9 Juli nanti. Sampai akhirnya saat ini saya sudah memutuskan untuk memberi dukungan kepada salah satu di antara kedua calon Bapak Negara Indonesia.

Kebingungan saya berlanjut kepada satu hal, haruskah saya mendeclare dukungan saya? Haruskah saya juga ikut memberi identitas lambang ‘garuda plus angka satu’ atau ‘on the right side plus angka dua’ di social media? Haruskah itu teman-teman?

Teman-teman, saya gak menyayangkan atau menyalahkan siapapun relawan yang ikut mendeclare pilihannya, itu hak teman-teman yang penting sesuai dengan pilihan hati.

Saya hanya ingin bercerita bahkan mungkin bertanya, syukur-syukur teman-teman bisa menjawab kebingungan saya.

Pejuang, kita adalah Relawan TurunTangan yang di mana saat ini TurunTangan sendiri sedang berusaha untuk tetap bersikap netral. Sikap Relawan TurunTangan adalah cermin dari Turun Tangan itu sendiri. Karena yang menggerakkan TurunTangan ini adalah kita, relawannya. Semua kegiatan dipikirkan, ditentukan, dan dilakukan oleh kita, relawannya. Kalau katanya Kak Herry nih: “yang menentukan arah gerak dari TurunTangan saat ini adalah para relawan sendiri”.
Tetapi kalau sekarang kebanyakan dari kita (para relawan) mendeclare dukungan untuk salah satunya, bagaimana masyarakat melihat kita ini netral?

Salah satu cara TurunTangan mengubah permainan politik adalah dengan pencerdasan politik, dan itu terus menerus kita lakukan.Β  Teman-teman, mari terus kita bagikan kepada masyarakat artiketl-artikel yang sifatnya tidak persuasif hanya mendukung salah satu calon. Mari terus kita sajikan perbandingan kepada masyarakat tanpa harus mempengaruhi pilihan mereka. Ayo terus ajak masyarakat berpikir kepada siapa Indonesia ini bisa digerakkan.

maaf jika ini berlebihan atau bahkan salah. Saya sedikit terusik (SEDIH) melihat pemandangan di social media dan group relawan akhir-akhir ini.Β Cover kita sebagai relawan TurunTangan seperti semakin menghilang. Akhir-akhir ini saya sudah jarang menjumpai suara-suara “Enol Rupiah, Relawan Bukan Bayaran, 1Semangat, memilih optimis, lipat tangan atau turuntangan?” Dan hal-hal lainnya yang selalu kita angkat sebagai jembatan itu sendiri untuk merubah permainan politik lama menjadi politik baru.

Kemanakah semua semangat itu? Apa harus dirubuhkan kembali pilar-pilar semangat yang sudah mulai menguat untuk menuntaskan janji kemerdekaan? Apa harus kita simpan dulu kain merah bersegi empat dengan gambar tangan dan hati yang menggambarkan identitas kita? atau yang terburuk, apa harus menunggu satu persatu relawan meninggalkan semangat TurunTangan (baca: left group), baru kita dengungkan kembali semua semangat itu? Apa harus menunggu semua itu?

Teman-teman,
Saya RELAWAN ENOL RUPIAH, BUKAN BAYARAN berjanji akan terus TURUNTANGAN menjaga 1SEMANGAT untuk tetap MEMILIHOPTIMIS kepada kita, TurunTangan, dan Indonesia.

PEJUANG BUKAN???

Advertisements

2 Comments Add yours

  1. farahleov says:

    seperti yang gue bilang pagi tadi, ibarat es yang di siram air panas, bakal ada yang mencair dan ada yang tetap beku. namanya pejuang, harus tahan, kuatkan iman sampai 9 juli nanti. ketika suasana sudah kembali seperti dulu, kita akan jadi satu seperti es batu itu.
    gue termasuk orang yang marah ketika bendera yang gue perjuangkan mulai di injak-injak, dan hampir koyak seperti kehilangan identitas, tapi yang namanya badai pasti berlalu.
    HADAPI

  2. Sholihin says:

    Kita adalah pejuang edukasi politik,

    ” Mari terus kita sajikan perbandingan kepada masyarakat tanpa harus mempengaruhi pilihan mereka. Ayo terus ajak masyarakat berpikir kepada siapa Indonesia ini bisa digerakkan. ”

    Jelas kenetralan harus dijunjung tinggi.
    Berbeda boleh, asal jangan saling menjatuhkan. Karena kita adalah saudara yang akan bersama-sama membangun bangsa ini.

    Tetap singsingkan lengan bajumu !! Jangan lelah berkarya untuk Indonesia !!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s