semoga tidak terlalu senja

senja

Aku memilih diam, memilih untuk tidak berbuat apa-apa, Diam.
Diam untuk bahagia, gundah, dan pilu yang sudah bergumul sesak di dada.
Entah apa namanya.

Aku memilih diam atas rasa yang bersimpul untuk mu.
Ini cinta atau rasa kagum?

Mungkin ini rasa kagum dan penasaran yang bercampur aduk, tak tersampaikan, dan tidak sengaja menjadi cinta.

Aku mulai tidak mengerti apa inginnya takdir?
Kemarin memaksaku, tapi hari ini seolah berkata:

“Mungkin tidak dengan kamu, atau mungkin tidak sekarang”

Lalu aku bisa jawab apa? Aku bisa apa?

Aku hanya bisa percaya, terserah, kapan saja, aku percaya.
Tangan Tuhan akan ada untuk ku bersama kamu. Suatu hari, nanti, semoga tidak terlalu senja.

Dinda,
Rinjani, Mei 2014.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s