Untuk Kiki dan Mbe — #31HariMenulis

kiki_mbe

Mbe & Kiki

Kesederhanaan, Keasyikan, dan Keterbukaan kalian dalam berjilbab menjadi inspirasi saya untuk bertahan mengenakannya.

Jadi ceritanya habis stalking-stalking blog idola.. Beberapa saya temukan #31harimenulis, atau sejenisnya, yang pada intinya membuat kegiatan menulis ini menjadi rutin, biar tambah pinter kalau saya si maksudnya…heheee

Dari jaman cuma jadi pembaca sampe jadi socialwriters sekarang ini, yang ada cuma angan aja si #31harimenulis itu…

Berhubung ini adalah Desember, akhir dari segala bulan..haha dan pas ada 31 hari juga… Pas juga banyak refleksi tahun ini yang belum sempat saya umbar-umbar…*gayabeutgue…hehe

Jadilah di tanggal 1 ini saya akan memulainya.. tsaaahh…

***

Awal tahun 2014 ini saya membuat keputusan yang besar untuk hidup seorang perempuan lajang memasuki usia 24 tahun, lagi seneng-senengnya ngejomblo. Saya memutuskan untuk berhijab, ciye ciyeeeee dinda inshafff… Begitu lah respon banyak orang di sekeliling saya.haha

Pertranyaan pertama dari orang-orang terdekat adalah “koq bisa sih? ikut-ikutan trend? waaahhh alhamdulillah, dapet ilham dari mana? si ilham kesian dibawa-bawa mulu.

Saya akan menjawab tiga pertanyaan maha penting itu…

Pertama, “Koq bisa sih?”
Ya bisa lah, nampaknya saya ini begitu kapiirrr di mata teman-teman terdekat, haha… sampai orang terdekat saya saat itu (Pak Carman–Mantan bos) bilang “aduh, hilang  satu deh setan gue… *watdeee -__-
Saya juga bingung kalau ditanya “koq bisa” lah wong gampang koq pakai jilbab, tinggal beli kaen lebar, tutup kulit dari pergelangan tangan sampai kaki, terus pake helm, main deh benteng takeshi..hahahah
Huuussshhh, back to “koq bisa” iya bisa, asal niat mah apa sih yang gak bisa…

Kedua, “ikut-ikutan trend?”
Yak, berkat hijabers-hijabers yang mendadak tenar dengan hijabnya, jadilah orang-orang macam saya ini didefinisikan sebagai follower mereka. Kesian amat idup guee,haha
Enggak lah teman-teman, dari sebelum jilbab berubah kata trend menjadi hijab aja saya udah utarakan niat ke Ibu untuk berjilbab, tapi jawaban ibu saya begini “jilbabin aja dulu hatinya”.
Eyaaaaa galau kan??? jilbabin dulu hatinya ternyata ini steatment yang akhirnya saya temui ketidak benarannya.hehehe… yang kali ini berkat mantan
Si mantan ini pernah bilang “Jilbab itu emang layaknya pakaian wanita, ada koq di Al-qur’an –surat al ahzab ayat 59 (detail suratnya saya googling sendiri)–. Jadi kalau misalnya ada yang bilang, ‘ih dia parah banget pakai jilbab tapi masih suka peluka-pelukan sama cowo’, yang bilang begitu lebih parah dari yang diomongin, lah udah gak pakai jilbab, gibah pula. yang peluk-pelukan tadi sih salah seperti itu, tapi setidaknya dia sudah mulai melayakkan diri menjadi muslimah.” tsaaaaaaahhh begitu kira-kira kata mantan saya yang mantan ketua rohis itu..hehe

Terakhir, “dapet ilham dari mana?”
Ini yang saya juga bingung jawabnya. 😀 Kalau dari mana, udah pasti dari Allah lah yaaa. Allah sepertinya sengaja membuat panas langit siang di magelang sore itu.. *mulai deh puitis..
Yappiii,,, semua berawal dari gagalnya liburan ke pulau karimun jawa bersama (sebutlah mereka timrandom, karena memang random, sebagian baru kenal saat itu juga, sebagian lagi udah sok-sok kenal di chat bbm,haha). Nah TimRandom yang mau ge’gayan mau ke karimun jawa di akhir desember 2013 itu,khirnya GagalTotal berangkat karena ombak yang mendera marah-marah entah kenapa.

Jadilah kami semua memutuskan berlibur random semarang-magelang-yogyakarta.hahaha

Di Semarang kami hanya berwisata mistis ke LawangSewu, lalu lanjut ke kota di mana saya untuk pertama kali berjilbab… ciyeee ciyeee 😀

Dari Jakarta, semarang, sampai pagi hari di Magelang (Borobudur) bungkusan saya masih seksiihh bingitt..hihihiii Kaos putih plus celana pendek di atas paha, dada ayam dada ayam K*C deh tuh 😀

Siang harinya, saya bersama kiki (salah satu inspirator jilbab saya) harus berkeliling magelang untuk mengangkut sekitar 20orang menuju yogyakarta… Siang hari itu panass banget meennn… Entah ide dari mana, selendang kuning lebar panjang yang saya beli di penjaja kaki lima borobudur, saya kenakan di kepala, saya balut layaknya wanita-wanita berjilbab… Dan rasanyaaa adeeeemmmmm sekali, hilang lah itu rasa terik dan terbakar, terus tiba-tiba saya merasa cantik bukan kepalang (yang satu ini sampai sekarang saya masih gak ngerti kenapa bisa begitu 😀 haha).

Karena adem dan cantik tadi, gak serta merta langsung membulatkan tekad untuk berjilbab. Saya masih mikir-mikir, saya itu kan anaknya petakilan, serampangan, omongan masih asal-asalan, kelakuan masih perlu disekolahin, manner tipis banget pokoknya.

Sekembalinya ke homestay habis adem-ademan yang dirasa kiki itu panas-panasan. Kami semua prepare menyiapkan diri dan barang-barang yang akan dibawa ke yogyakarta. Ditenga-tengah persiapan itu mata saya teralih ke dua orang teman (Kiki dan Mbe, oh iya mereka ini perempuan yah.hehe) yang sedang berjilbab secepat kilat tanpa basa basi langsung Gooollll, jilbab terpakai rapih menutupi auratnya…

Lalu dimulailah percakapan yang menurut saya sedikit khotbah dari mereka berdua ini.

Saya : “Ki, Mbe, lo berdua pake jilbab asik banget, gak ribet, lagi jalan-jalan begini juga, cepet banget pake jilbabnya, rapih pula.”

Saya lupa waktu itu siapa yang jawab entah kiki atau mbe: “yaelah tinggal lipat, pasang, tutup, peniti,” *kurang terawang 😛

Saya (perlahan mulai mendapat jawaban) : “Tapi kan kalo mau berjilbab, mulut gue juga masih asal-asalan, masih doyan nongkrong sana sini sama laki” *tepokjidat

Lagi-lagi lupa yang jawab Kiki atau Mbe : “Laahhh lo pikiirrr, kita berdua??? Ngomong aja masih nyat nyet nyat nyet,haha”

Saya manggut-manggut sambil merangkum semua hal mulai dari jilbabin hati. Kenapa enggak seiring sejalan aja jilbabin hatinya sambil jilbabin kepala dan auratnya. Lalu omongan mantan yang emang bener ada dalilnya.. tsaaahhh.. Berlanjut ke Adeeemm dan cantik yang ajaiiibb banget rasanya. Terakhir obrolan dengan dua inspirator jilbab ini, Kiki dan Mbe…

Maka jadilah malam itu saya terbungkus rapih seperti ini:

dinda

Bermodalkan manset yang tadinya mau dipake buat snorkling.hahaha dan selendang pink yang saya beli di pejaja kaki lima malioboro… Jadilah saya cantik begitu… *dilemparkaca 😀

Terimakasih Ya Allah atas segala tuntunannya.
Terimakasih yah mantan udah dilurusin informasinya.
Terimakasih Kiki dan Mbe yang udah ngasih inspirasi berarti buat hidup si dinda oneng ini.

Kesederhanaan kalian dalam berjilbab mengajarkan saya untuk gak macem-macem dalam beribadah, yang penting niat dan ditutup dengan benar

Keasyikan kalian dalam berjilbab, membuka kan mata saya bahwa untuk cantik dalam lindungan Allah itu gak sulit.

Keterbukaan pemikiran kalian menyentuh hati dan logika saya untuk ikhlas dalam menjadi seorang Muslimah.

Terimakasih…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s