Dari Bos_Karyawan menjadi Partner dalam Berbagi — #31HariMenulis

???????????????????????????????????????????????????

Dari yang tadinya saya ini hanya karyawan biasa di meja yang biasa menghadapi atasan yang luarbiasa dengan pemikiran luar biasa. Sekarang menjadi partner dalam berbagi, sekarang kami sama-sama menjadi relawan dalam kemampuannya masing-masing.

Harusnya saya menuliskan ini hari sabtu kemarin, tapi karena seharian ada di jalan dan beberapa tempat, jadilah saya baru menuliskannya hari ini.

Sabtu kemarin saya menyambangi kantor di mana saya resain bulan Januari lalu. Kantor ini meninggalkan sejuta kesan di benak saya. Dulu, waktu masih ngantor bisa setiap bulan saya dibuat nangis oleh keadaan yang semraut. Sekarang justru saya rindu dipanggil sana-sini, dimintai tolong ini itu, dipaksa keadaan harus ke cabang-cabang.hahaha, dulu aja ngedumel… Manusia memang kurang bersyukur.

Hal yang paling patut disyukuri dari semua yang saya dapat diΒ sana adalah, kedua bos yang super duper baik hati. Keduanya menjadi idola saya, sayang mereka gak berkenan kalau namanya disebut-sebut. Aplagi saya ingin menceritakan kebaikannya, daripada diamuk lebih baik kita sebut mereka cici dan koko.haha

Dua tahun bekerja di sana mendatangkan banyak pembelajaran untuk saya. Si Koko ini mengajarkan banyak ilmu baru di dunia digital, jaringan, dan komputer.

Hal yang paling saya ingat dari semua pembelajarannya adalah “Cari di google, pasti ada, gak mungkin gak ada.” atau “Coba dulu, pasti bisa, gak ada yang gak bisa.”

Orang lain yang melihat hal itu pasti berpikir saya ini terlalu dipaksakan. Waktu itu saya juga berpikirnya begitu, tapi motivasi saya adalah “BELAJAR”.

Sekarang saya baru sadar dua hal yang saya ingat itu menjadi bel disaat tertentu ketika saya mengalami demotivasi, atau bingung mau bertanya kemana.

Ternyata tanpa saya sadari, dua doktrin dari si Koko yang akhirnya banyak mengantarkan saya menuju orang-orang dan kejadian-kejadian hebat selama satu tahun ini. Amazing man with amazing learning…

Dalam satu kejadian (kurang enak) di kantor, si Cici mengajarkan saya satu hal yang sampai sekarang, bahkan mungkin sampai akhir hayat akan saya bawa. Dia pernah bilang “setiap orang berhak dapat kesempatan kedua, tapi sayangnya gue sering dikecewain akhirnya gue kasih lagi kesempatan-kesempatan berikutnya”

Hal itu gak hanya terucap dari bibirnya. Tapi benar-benar saya lihat sendiri sering kali beliau memberi kesempatan kedua kepada setiap karyawan yang salah atau lalai dalam bertugas. Amazing woman with amazing message…

Saya beruntung sampai satu tahun terlewati. Hubungan antara saya dan kedua mantan atasan saya itu tidak pernah terputus. Justru kami sedang di dalam jalan yang sama untuk berbagi.

Dari yang tadinya saya ini hanya karyawan biasa di meja yang biasa menghadapi atasan yang luarbiasa dengan pemikiran luar biasa. Sekarang menjadi partner dalam berbagi, sekarang kami sama-sama menjadi relawan dalam kemampuannya masing-masing.

Saya yakin, perbuatan dan pemikiran baik saya di masa silam (saat masih menjadi karyawan), yang akhirnya menggiring langkah saya untuk kembaliΒ berbuat baik bersama mereka. Atasan/Bos yang tidak saya sangka bisa menjadi Partner in Social Project. Thanks Pak, Thanks Ci…

Jadi teman-teman, menjaga tali silaturahmi itu penting. Tetap berbuat dan berpikir positif lah dengan sesama, karena kita gak akan pernah tahu kapan Tuhan akan memberikan waktunya lagi untuk kita. πŸ™‚

*dan ga bisa juga pajang foto mereka di sini… -__-

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s