Unfair

unfair

Andro,
This is unfair. Berkali-kali ku katakan itu setelah ucapan amin atas doa-doa yang ku panjat. Sungguh maksud ku bukan menghujat Tuhan. Aku hanya bertanya mengapa takdir terasa tak adil?

Aku harus menguatkan diri ku sendiri, begitupun kau.

Kini, lelah harus ku resap sendiri. Kesal harus ku telan sendiri. Sulit harus ku lahap sendiri. Bahkan bahagia harus ku simpulkan sendiri.

Sulit sekali untukku berdamai dengan takdir. Aku masih ingin terbahak-bahak melihatmu kesal saat disalip motor. Aku masih ingin dibuat tersipu oleh kejutan-kejutan kecil, seperti gunting kuku yang terselip di tempat pinsil ku saat ini. Aku masih ingin tersenyum bangga melihat kau berapi-api bicara soal bangsa ini. Bahkan aku masih ingin merasakan tangis berkat kebohongan-kebohongan kecilmu.

Andro, aku rindu…
This is unfair

Dande

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s