Terlambat maka jadilah kelinci

kelinci-sombong-dan-kuraMasih ingat kisah kelinci yang berlomba balap lari dengan kura-kura? Pertama kali saya membaca cerita ini saat duduk di kelas 3 SD. Saat itu sebelum sampai di akhir cerita, saya menebak-nebak. Bahwa sudah pasti si kelinci yang menang, melompatnya saja lihai, sementara kura-kura lari saja tidak bisa. Tapi saya salah ternyata, si kura-kura lah yang menang, kelinci itu tidak memanfaatkan waktu dan kesempatannya dengan baik, malah tidur di balik pohon.

Kisah ini berulang belasan tahun setelah saya membaca buku itu. Tepatnya kemarin, Minggu 24 Mei. Saya, beberapa kakak volunteer lainnya, dan 20 orang adik asuh kami berkesempatan untuk mengikuti sebuah acara di Pusat Konservasi Primata Kebun Binatang Ragunan. Kami membuat janji untuk berkumpul di depan museum (tempat kami belajar) pukul 7 pagi.

Janji tinggal lah janji, pukul 7 pagi bus kopaja yang kami sewa sudah siap di depan museum bersama 8 orang adik yang sudah duduk manis di dalamnya. Sementara masih ada 12 adik yang juga belum terlihat hingga pukul 7.15. Saya dan ketiga kakak lainnya membuat kesepakatan untuk menggantikan 12 adik ini dengan adik-adik yang lain.

7.35 adik-adik cadangan ini datang, menyusul di belakangnya 12 adik yang terlambat tadi. *jeenggg jeenggg*

PR berikutnya adalah saya harus menjelaskan dengan sederhana dan sebijak mungkin kepada kedua belas adik ini bahwa mereka tidak jadi diikutsertakan karena terlambat tiga puluh menit. Resikonya adalah mereka akan ngambek lalu berikutnya saya akan dicuekin berminggu-minggu, dan ini gak enak banget rasanya.

Sesuai perkiraan, saya diambekin dan saya dicuekin. Masalah? engga (biarpun mengelus dada). Ini adalah proses pembelajaran untuk adik-adik (pastinya juga untuk saya). Terlambat itu berarti menghilangkan kesempatan, untuk belajar mengenal hal-hal baru dan menjalin hubungan dengan orang-orang baru. Jika terlambat, maka posisi kita akan digantikan oleh orang-orang yang sudah menyiapkan dirinya dan itu keberuntungan untuk mereka yang menggantikan.

Semoga hal ini selalu kami ingat:
Jika terlambat maka saya lalai.
Jika lalai maka saya akan digantikan.
Jika digantikan maka hilang lah kesempatan saya di saat itu.
Jika saya menyepelekan  waktu dan kesempatan maka saya akan menjadi kelinci yang dikalahkan oleh kura-kura.

Kemudian saya mengingat-ingat, sudah berapa kali saya menjadi kelinci itu? 😀

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s