“menentukan arah” Ayo Sekolah

Pagi ini tanpa sengaja saya memutar playlist dari satu album sheila on 7 “menentukan arah”. Begitu sadar yang saya putar hanya playlist itu saja, saya jadi ingin mencari tahu kenapa judul albumnya “menentukan arah”? Bermodal internet handphone saya pun berhasil menemukan latar belakang dari penamaan album itu. Konon katanya semenjak album terakhir di 2006, Eross and the gank disibukkan dengan kehidupannya masing-masing. Baru lah akhirnya setelah dua tahun, di 2008 mereka “menentukan arah” dengan album barunya.

Tiga tahun setelah itu, 2011 Sheila on 7 melanjutkan langkahnya  dengan “berlayar”. Ada steatment Eross di tahun itu yang cukup menarik perhatian saya, seperti ini:
Kalau disambung-sambungin sama judul album sebelumnya kan ‘Menentukan Arah’. Nah kalau menentukan arah itu mau pakai apa? Terbang? Apa mau berenang? Berkuda atau gimana? Berlayar itu kan kerja tim. Kalau bermobil bisa sendiri-sendiri. Jadi kita pilih berlayar bersama-sama saja. Which means ada proses yang cukup panjang dilalui oleh band ini. Dua tahun “menentukan arah” dan akhirnya setelah 3 tahun memutuskan untuk “berlayar” bersama-sama.

Saya jadi teringat sesuatu, kalau Eross dan kawan-kawannya punya sheila on 7 untuk berkarya. Saya ternyata punya hal serupa, ada sesuatu yang sedang saya karyakan bersama 5 orang teman lainnya, Ayo Sekolah.

Gerakan penyadaran masyarakat akan pentingnya pendidikan, itu lah Ayo Sekolah. Gerakan dan kegiatan volunteering yang selama satu tahun kemarin kami coba terus hidupkan. Sempat pasif di pertengahan tahun kemarin, lalu aktif kembali di awal tahun 2015. Kegiatan ini hidup kembali seiring semangat kami yang kian ditopang oleh tangan-tangan baik lainnya. Ada Pak Carman (mantan atasan saya) dan Yayasan Alam Aksara yang bersedia menjadi donor untuk menyekolahkan 2 orang adik dari Cipeuti (Desa pertama tempat kami berkegiatan). Volunteer kami setiap bulannya juga semakin banyak.

Sampai bulan Mei kemarin kami berhasil membawa 2 orang adik dari Desa Cipeuti untuk melanjutkan pendidikan di Jakarta. 11 hari mereka tinggal bersama salah satu tim kami yang sangat luar biasa dengan sabar menjaga, mengajari, dan mempersiapkan mereka untuk mengikuti tes masuk SMA. Usaha kami nyatanya belum sesuai harapan, karena beberapa alasan (kalo diceritain postingannya bisa kepanjangan) adik-adik ini harus dipulangkan. Sama sekali tidak ada penyesalan, kami meyakini ini yang terbaik untuk semua pihak.

Maka jadilah saat ini Ayo Sekolah yang belum “menentukan arah”. Kelima orang timnya sedang sibuk dengan kehidupan masing-masing. Saya sebenarnya yang paling gabut di antara semua, hanya sedang proses pengunduran diri dan akan masuk kantor baru yang nantinya juga bergerak di bidang volunteering. Pida akan berangkat ke Manchaster awal Agustus nanti. Lizar sedang menunggu penempatan PNS nya. Nuzul yang saat ini berada jauh dari kita semua, di timur Indonesia sampai awal Agustus. Doki yang baru lulus sidang skripsweetnya juga sedang “menentukan arah” hidupnya.

Saya sendiri kalau ditanya, maunya Ayo Sekolah gimana? Saya maunya jalan terus, pindah ke desa lain, bentuk fomasi baru yang lebih siap, mungkin?

Kalau Sehila on 7 punya Sheila Gank-nya yang setia menunggu hasil dari “menentukan arah” bandnya. Begitupun dengan Ayo Sekolah, ada banyak siswa di pelosok sana yang menanti kedatangan tangan-tangan baik berikutnya. Nasib siswa-siswa itu memang tidak bergantung dengan hasil “menentukan arah” dan kemana kami “berlayar” nanti. Pertanyaannya apakah Ayo Sekolah akan berproses dengan waktu yang sama dengan sebuah band? atau secepat playlist itu selesai diputar pagi tadi?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s