Refleksi dan Pemenuhan diri

menjalani setiap aktifitasnya dengan terus memberikan kasih kepada setiap orang yang ditemui, setiap tindakan dan keputusan yang diambil selalu dipikirkan dan disampaikan dengan penuh cinta.

—–

Kemarin sore tidak sengaja saya bertemu dengan pendamping psikolog favorit saya di sahabat anak, Kak Lani namanya. Beliau biasanya dengan sangat mudah menebak apa yang sedang saya alami, lalu bisa dengan santainya menampar-nampar isi kepala saya. Berbeda dengan pertemuan kami sebelumnya, yang ditampar kali ini bukan lagi pemikirian-pemikiran saya. Tapi hati, *cieee*… Jarang-jarang kami berbincang masalah yang sering saya anggap sepele ini, soal hati.

Saya dengan segudang aktifitas yang saya geluti, dengan puluhan orang-orang baik di samping saya, masih saja merasa ada yang kurang, dan entah apa. Sampai kemarin akhirnya Kak Lani berhasil menemukan itu, nyatanya saya masih belum selesai dengan diri saya sendiri. Ada hal di masa kecil yang belum bisa saya terima dan maafkan, dan sampai kapan pun saya gak akan pernah merasa terpenuhi kalau hal itu tidak segera diselesaikan, begitu menurut beliau.

Satu pesannya kemarin yang terus terngiang “jadi pemimpin itu hati mu harus dipenuhi dulu dek, harus diisi. Berikan lebih banyak lagi cinta kamu untuk banyak orang, biarkan nanti Tuhan yang akan mengisi hati mu dengan sendirinya”. Saya cukup tertampar dengan steatment beliau.

Mungkin itu, selama ini yang kurang dari diri saya. Kurang memberikan kecintaan saya untuk setiap hal yang saya lakukan dan untuk setiap orang yang bahu membahu bersama saya menjalani aktifitas.

Pikiran saya melayang, mengingat seseorang di Youth Leaders Forum beberapa bulan lalu, salah satu mentor terbaik kami di YA&YLF 2015 kemarin. Kak Suraya Kamaruzzaman, Bunda kami bersama di Gerakan Mari Berbagi. Beliau sempat berpesan seperti ini kepada kami “kritik lah teman kalian dengan cinta” itu yang selalu ditekankan kepada kami. Kak Aya (begitu kami memanggilnya) menjalani setiap aktifitasnya dengan terus memberikan kasih kepada setiap orang yang ditemui, setiap tindakan dan keputusan yang diambil selalu dipikirkan dan disampaikan dengan penuh cinta.

Saya meneruskan ingatan saya ke 10 hari di bulan April dan Mei kemarin, di mana kami ditempa dan dididik menjadi seorang pemimpin. Banyak hal yang saat itu saya anggap sepele dan ternyata menjadi penting saat ini untuk proses pemenuhan diri saya. Di sana kami diajarkan untuk selalu berpikir positif, sekesal apapun dengan seseorang ataupun sebuah kondisi, kami harus terus berpikir positif “cari sisi positifnya, pikirkan hal-hal baiknya, sampaikan dengan cinta dan kasih” begitu selalu yang dipesankan. Hal itu ternyata akan sulit kami dapatkan jika tidak melalui  proses refleksi diri. Saya ingat betul, hampir setiap hari kami menuliskan refleksi diri yang sebagian besar hasilnya adalah pemikiran-pemikiran positif kami untuk setiap kejadian baik atau buruk di hari itu.

Saya jadi seperti pemanjat pohon kelapa yang lupa membawa golok ke atas pohonnya, jadi bingung bagaimana memotong buahnya. Saya sudah sadar ada yang kurang di dalam diri saya, sudah mengerti pula apa bentuknya. Tapi lupa bagaimana cara memenuhinya.

Saya lupa untuk terus berpikir, menyampaikan apresiasi dan cinta kasih kepada setiap apa yang saya jalani dan setiap orang yang saya temui. Saya lupa memenuhi diri, saya lupa berefleksi.

Tanpa refleksi saya tidak akan bisa melalui proses berpikir dan menghasilkan hal positif. Tanpa hal-hal posotif saya tidak akan bisa terus memberikan apresiasi dan kecintaan saya kepada banyak hal yang saya dapatkan. Tanpa kecintaan itu saya tidak bisa memenuhi diri saya sendiri.

Refleksi, itulah golok yang harus selalu saya bawa saat memanjat.

Refleksi adalah kunci saya untuk memenuhi diri. Bagaimana dengan teman-teman?

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s