Sampai kakak nikah

happy-quotes-1245-520x245

22 Desember 2015, hari di mana social media mendadak jadi adeeemm dan membiru.

Kalau social media diibaratkan dengan serial film. Hari ini saya sedang menyaksikan episode terakhir. Setelah berbulan-bulan yang lalu episode pertama dimulai dari moment perempuan membalikkan badan dengan jemarinya yang berpegangan erat dengan jemari laki2 (apalah ini namanya), lalu moment lamaran, momment nikahan, moment testpack menjadi dua garis, momment perut menjadi buncit, moment lahirnya si generasi penerus, dan hari ini moment ceremonial menjadi seorang ibu, episode terakhir dari sekian episode yang saya saksikan.

Itu kenapa saya bilang adeeemm dan membiruuuu.

Ya, selamat hari Ibu untuk teman-teman yang sudah menyajikan serial film panjang untuk saya. *kiss dulu* Lalu saya sendiri? Gak usah ditanya ya, nanti kalau saya loncat ke rel gak ada yang nerusin tulisan ini.

22 Desember Tahun lalu saya sudah ikut membirukan social media dengan tulisan “Untuk ibu yang jauh di dewata” cukup rasanya untuk sebuah ceremonial, yang terpenting janji saya ditulisan itu untuk menjadi lebih baik lagi ditepati, tapi sulit.hahaa

Dari sekian banyak anak yang mengapresiasi ibunya. Ada satu anak enduutt dan gemezin (hahaaa) yang menunjukkan betapa ibunya membesarkan anak ini dengan baik. Di path kaka itu menuliskan:

Hari Ibu ditetapkan pada tahun 1938 oleh Bung Karno sebagai penanda dari Kongres Perempuan Indonesia. Kongres yang membela hak-hak perempuan, hak untuk mendapatkan pendidikan, hak untuk bebas dari pekerjaan domestik yang terilhami dari pejuang-pejuang perempuan seperti Kartini, Christina Martha Tiahahu.

Jadi apakah Ibu masa kini sudah mendapatkan haknya? Mendapatkan cuti yang layak kala melahirkan, ruang laktasi di tempat kerja, buruu perempuan dapat hak layak, pekerja migran bebas dari siksaan dan penipuan?

Coba kita tanya apa yang sudah kita lakukan untuk mencapai hal tersebut?
-Angga Fidrian-

Di tengah-tengah apresiasi anak kepada ibunya. Kak Angga justru mengingatkan bahwa semua ini belum selesai sampai di upload foto dan ucapan saja, setelah ceremonial hari ini masih banyak yang harus dilakukan, masih banyak yang harus diperjuangkan dan dibela, untuk ibu kami sendiri. Bahkan untuk emak gue yang dipindah tugaskan lagi ke luar negeri. Bahkan saya gak bisa mengantar beliau ke bandara, karena ada kewajiban yang mengikat. Dia datang saya kerja, dia akan pindah lagi lama dan jauh, saya juga kerja. Sampai kapan begini ya bu? “Sampai kakak nikah“……………..

*BHAAAYYY saya loncat ke rel*

Advertisements

2 Comments Add yours

  1. usagi says:

    trus kaka kapan nikah

  2. Tika We says:

    Nikah Din, nikah..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s