GMB versus Mantan

gmbvsmantan

Kenapa GMB? Kenapa segitunya? Kenapa jadi prioritas? Kenapa???

Banyak kenapa-kenapa lainnya yang diajukan kepada saya. Oke, saya balik tanya “Kenapa pada ribet banget sih? Serah gue lah” HAHAHAHA Jawaban ini gak GMB banget pastinya. Kami selalu “dipaksa” (in a good way) untuk mempertanyakan dan menjelaskan ‘Jangan asal JEPLAK.’ Nah harusnya saya sudah lama menjawab pertanyaan-pertanyaan di atas itu. Tapi karena saya baru bisa menulis ketika gelisah, jadilah malam ini dengan penuh kegelisahan saya akan coba menjawab pertanyaan teman-teman sekalian. *kek punya teman aja lu din*HAHA

Untuk Yang belum tau apa itu GMB (Gerakan Mari Berbagi). *Kek mana ya jelasinnya biar ga normatif* Hmm, Gini: Setiap tahunnya ada 50 pemuda yang dipilih dari seribuan pendaftar dari Sabang sampai Merauke. 50 pemuda iniย melakukan perjalanan dari satu kota (2015: dari Semarang) sampai ke Jakarta hanya dengan uang SERATUS RIBU RUPIAH untuk ongkos, makan, dan BERBAGI. Berikutnya 50 pemuda ini diisolasi di satu gedung tua berhantu dan tak berpenghuni untuk melakukan uji nyali.HAHAAHA Yah, enggak lah ;p pemuda-pemuda ini diberi kesempatn untuk bertemu dan sharing knowledge, personal experience, dll bersama para inspiring leaders. Itu singkatnya apa itu GMB, lengkapnya silahkan lihat di sini g-mb.org

Udah selesai ceritanya sampai disitu aja.HAHAHA *terus apaan yang gue jawab?* ๐Ÿ˜€

Okeh, kembali ke pertanyaan-pertanyaan di atas itu.

Kenapa GMB – ini saya anggap pertanyaannya gini aja ya “Kenapa milih gabung di GMB?”
Jawabannya “Meeennn, GMB yang milih gue.HAHA” *congkak banget gue*. Maksudnya begini:ย Februari 2015 saya daftar GMB, sama seperti yang dilakukan ratusan pemuda lainnya di penjuru Nusantara. Kemudian kami diseleksi dengan 2 tahapan. Pertama seleksi berkas. Kedua, seleksi nasional yang terdiri dari serangkaian tes (Visi misi, FGD, tes fisik, bahasa inggris, seni budaya, dan afirmasi) lalu terpilih lah saya dan ke-50 pemuda lainnya.

Pertanyaan berikutnya kenapa saya daftar? Padahal kegiatan udah segudang, yang lain gak ribet pulak, tinggal nyemplung aja di kegiatannya tanpa dipilah pilih.
Ini jujur yaaa, jujur nih, jujur banget ๐Ÿ˜€ Saya daftar GMB itu cuma pingin ketemu dengan Azwar Hasan (Inisiator GMB). Bukan sekedar ketemu, saya pingin Bang Az ini mendengar isi kepala saya, mengetahui apa yang saya pikirkan, dan yang paling penting saya pingin tahu “worthy gak sih gue ini sebenernya”. Karena saya terinspirasi oleh sosok beliau ini. Silahkan baca ceritanya tentang dese di sini. Dan beruntungnya saya waktu itu Bang Az jadi juri di sesi FGD, Bang Az literally menilai pemikiran-pemikiran saya. Honestly, saya sudah merasa cukup disitu, kalaupun gak kepilih, yaudah gak apa-apa. *Secetek itu men, gue – waktu itu.*

Tahu apa yang paling penting saya dapat di hari itu dari Bang Az?
Di pembukaan seleksi Bang Az bilang “Adik-adik, seleksi ini gak menentukan kamu itu bagus atau enggak, layak atau enggak. Kalau gak terpilih itu berarti gak sesuai aja dengan yang GMB cari, jadi jangan kecil hati. Yang terpenting adalah jalani seleksi hari ini dengan tulus. Karena itu yang akan menentukan.”

Yess, GMB gak mengenal “TAKE AND GIVE” gue kasih lo ini itu, so’ you have to give us a b c d. NO! Iniย aturan yang bersyukurnya belum pernah diharuskan oleh kami-kami yang terpilih.ย Selesai 10 hari kami dilatih, diberikan materi dari orang-orang keren. GMB gak memaksa kami untuk tetap ada dan berkontribusi.ย Sama sekali gak pernah memaksa, ‘Lo harus begini-begitu buat GMB’ gak sama sekali. Justru kami didorong untuk berkarya sejauh-jauhnya kami bisa. Mau jadi apapun, mau buat apapun dengan siapapun, mau ngapain aja selama itu buat belajar dan bermanfaat untuk masyarakat luas, JUST DO IT. Lo ngilang ga ada kabar terus tiba-tiba muncul di tv jadi Miss Sulawesi Utara, kita semua dukung, sebisa mungkin vote, dan yang paling penting kita semua ikut seneeenggg. Jarang ikut kegiatan tapi nongol terus di socmed ikut conference ini itu, kepilih jadi segala macam. Kita semua bangga, seneng, pengen ketemu, pengen pelukaaann dan saling menyebut *SAPO=SAUDARA*. Hilang timbul tenggelam tiba-tiba berkabar sakit, gak peduli beda planet di bekasi (tau kan bekasi jauhnya kek apa) disamperin, diurusin, didoain. Di GMB, lo mau ngilang, mau nongol, mau aktif, mau pasif, lo akan tetap DIHARGAI, DISAYANGI, dan DIDUKUNG.

Segitunya emang, iya segitunya. Itu juga kenapa saya segitunya menjadikan GMB ini sebagai prioritas. ^__^

Sayangnya saya ini seperti pasir: semakin digenggam akan semakin habis. Jadi ikhlaskan lah saya dan segala yang saya lakukan, seperti GMB yang ikhlas-ikhlas aja dengan kami semua. :p

*Note buat mantan: Tau kan sekarang kenape gue putusin, posesif sih!HAHAHAHA*

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s