Maybe over 8 years

love_arrives

Jumat sore kemarin seorang teman di kantor mengirim link youtube yang berisi video sepasang muda mudi (Sarah kay & Phil Kaye) berceloteh tentang cinta bertajuk “When Love Arrives” Pesannya sederhana dan mainstream, bahwasanya:

cinta itu gak bisa dipaksakan, cinta itu akan datang dengan sendirinya, cinta adalah mengenal dan berproses.

Kemudian saya teringat sebuah buku yang berisi dialog antara Surga dan Bumi karangan Jostein Gaarder. Surga di sini diwakili oleh Ariel seorang malaikat yang harus menjaga dan menemani pesakitan di Bumi bernama Cecilia. Mereka bersepakat untuk saling menceritakan dunia masing-masing selama cecilia sakit dan hanya bisa berdiam diri di dalam kamar. Keduanya mencoba saling memahami bagaimana menjadi dirinya masing-masing di Bumi maupun Surga.

Berhari-hari Cecilia dan Ariel berproses dan saling berdialog tentang manivestasi Tuhan dalam banyak bentuk termasuk mereka berdua. Cecilia menjelaskan banyak hal mengenai panca indera yang dimiliki manusia, dan ternyata tidak dimiliki oleh malaikat seperti Ariel. Ia juga iri melihat Ariel yang bisa terbang secepat kilat ke sana kemari, bahkan bisa melompat-lompat dari satu planet ke planet lainnya. Ada hal-hal yang mampu dimengerti satu sama lain, ada pula yang sering kali memicu pertengkaran di antara keduanya. Beberapa kali Cecilia mengungkapkan keinginan untuk hidup di dunia yang sama dengan Ariel, besama-sama melompat dari Merkurius ke Neptunus, dan planet lainnya. Tapi seperti proses datangnya cinta, keinginan Cecilia pun harus menunggu hingga jiwanya benar-benar menjadi seperti Ariel, yang hidup tidak lagi tanpa nafas dan raga.

Proses Ariel dan Cecilia berdialog sedikit banyak merefleksikan cerita panjang saya bersama seseorang yang bermula sejak delapan tahun lalu. Tepat di tanggal yang sama di hari ini 27 Juni. Tidak sesulit Ariel dan Cecilia, kami memulai dari dunia yang sama, kelas yang sama, dan ke’cupu’an yang sama. Beranjak semakin matang, kami justru seperti terpisah di antara dua dunia. Dia dengan gemerlap metropolitannya, sementara saya berkutat serius di kerelawanan.

Berdialog dan bercerita adalah cara yang juga kami gunakan untuk menuntaskan penasaran, atau sekedar mengisi waktu luang. Tanpa disadari sedikit banyak pilihan hidup yang saya ambil sampai hari ini adalah hasil dari kritik dan diskusi bersama dia. Keinginan untuk bersama-sama menantang kehidupan pun sering kali muncul, di dalam diri saya.

Jika Cecilia pada akhirnya terbang bersama Ariel dan melompat-lompat bersama. Mungkin belum untuk saya, karena..

“Love arrives exactly when love supposed to. And maybe I’ll see it over 8 years”

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s