Taxi 170 Dollar di Negara Pertama: Russia

Jadi Russia ini adalah negara pertama yang gue kunjungi, iyaaa in my life, pertama kali ke luar Indonesia langsung ke Russia, daaan sendirian pulak. HAHAHAHA Sebenernya gue bisa berangkat ke sana pun karena ikut seleksi (di kantor) United Nation Volunteer HeadQuarter dan kepilih deh untuk jadi perwakilan UNV Indonesia ke World Festival Youth and Student (Festival untuk anak-anak muda sedunia, yang diselenggarakan setiap 5 tahun sekali).

Festivalnya itu berlangsung di Kota Sochi – letaknya di bibir pantai Black Sea (Laut Hitam), coba cari deh di peta.

Sebelum berangkat gue cukup galau, mau sekalian jalan-jalan aja apa enggak. Akhirnya setelah nanya kakak-kakak di kantor, mereka menyarankan untuk sekalian ke Moscow dan Saint Petersburg. Karena gue gak tau lagi kapan bisa ke sana, jadilah gue putuskan untuk sekalian jalan-jalan (sendirian) di Saint Petersburg dan Moscow.

Demi menjaga integritas pada pekerjaan ๐Ÿ˜€ Tssaelaaah… Jadilah gue harus menyesuaikan jadwal tiket yang udah disiapkan kantor dengan plan perjalanan gue sendiri. Jadilah plan perjalanan gue cukup RIBBETT: Dari Moscow langsung ke Saint Peter (3 hari di sana), balik lagi ke Moscow (2 hari jalan-jalan di sana), lalu terbang ke Sochi dari Bandara Domodedovo.

6 Oktober gue sampai di Bandara Domodedovo – Moscow, daaaan SUURREEEEMMMM. HAAHAHAHA Buat gue yang gak bisa bahasa Russia, rasanya pengen balik lagi aja ke Jakarta saat itu juga. Hampir sejam gue bolak-balik dari International ke Domestic Arrival untuk menemukan baggage storage, gue harus menyimpan koper besar di Domodedovo, supaya gak ribet saat jalan-jalan di Moscow dan Saint Peter.

Gue udah coba untuk peka dengan sign-sign yang ada di sekitar, gue ikutin tuh petunjuk arah, tapi NIHIL. Gue coba nanya ke Information Center, ada satu bapak tua dan ibu cukup tua yang berjaga di sana, daaaan mereka bingung gue ajak ngomong bahasa inggris, mati aja loe din. ๐Ÿ˜€ Usaha terakhir gue ngomong sama mereka dengan menunjukan informasi mengenai baggage storage dari website bandara di hape gue, si bapak tua itu coba mengambil hape gue dan membacanya dengan KACA PEMBESAR, it’s too EPIC you know. HAHAHA dan hasilnya tetep NIHIL.

Akhirnya gue ditolong turis cina yang finally dia bisa menemukan si baggage storage itu. Tempatnya nyempiiilll di pojok bawah terminal kedatangan internasional.

Salah satu kedodolan gue (yang patut ditertawai) adalah lenggang kangkung ke Russia, dengan pedenya pesen tiket kereta antar kota dari Moscow ke Saint Petersburg, tanpa cari tau gimana caranya pergi ke Stasiun Kereta Leningradsky dari Bandara Domodedovo, BEGO pake banget. HAHAHAHA

Jadilah begitu ke luar bandara, gue bingung setengah mati, gue tau sih harus naik Aeroexpress (kereta dari bandara ke tengah Kota Moscow). Harga tiketnya murah, cuma 500 RUBLE. NAAAHHHHH ngomongin RUBLE, kedunguan gue berlanjut. Gue gagal paham soal kurs mata uang antara Russia, Indonesia, dan si Dollar itu sendiri. Jadilah 500 RUBBLE gue anggap MAHAL. HAAAHAHAHHA Padahal kalau diconvert ke dollar itu gak sampai 10 dollar, which is murah -___-“!

Maka gue putuskan lah untuk naik taxi, ditambah lagi gue pikir mending naik taxi karena bisa langsung sampai di depan Stasiun Leningradsky tanpa harus gonta-ganti moda transportasi. Kebiasaan yang instant-instant di Jakarta jadilah gue gak mau ribet, padahal public transportation di Russia jelas jauh beda sama di Jakarta, di sana turun dari kereta bisa langsung dapet bis dengan tujuan yang kita mau. Pokoknya enak lah gak ribet macem di Jakarta.

Di Bandara Domodedovo itu, supir taxinya macem di Surabaya, doyan tembak-tembak harga. Ulalaaaaa, gue tawar-tawaran harga pake bahasa purba, seolah masih di zaman Pithecanthropus Erectus. Tapi akhirnya ada supir Yellow Taxi (yang awalnya gue kira baik) nyamperin dan kita berkomunikasi mengandalkan aplikasi google translate, jadilah gue happy menuju Leningradsky bersama si bapak taxi.

Yellow taxi ini punya aplikasi argo di komputer tablet yang nempel pada dashboard mobil, karena itu rasa percaya gue muncul untuk si bapak taxi. Tapi aplikasinya berbahasa Russia yang gue gagal paham mana jarak, mana harga, mana harga per kilometernya. Daaaan gue lupa untuk menterjemahkannya via google translate.

Sesampainya di Leningradsky Station, gue diminta untuk bayar sekian Ruble (lupa berapa) yang kalau diconvert ke Dollar itu jadi sekitar 170 DOLLAR. -___-“! gue perhatiin itu aplikasi dengan seksama, bener koq kalau gue convert di kalkulator memang hasilnya 170 dollar. NGEPPEETTT! gue bayar tuh pakai sisa dollar yang ada, yang gue siapin untuk hidup selama di Russia, itu sebenarnya lebih dari cukup untuk bayar hostel dan makan berhari-hari. Ah KZL.

Belakangan gue tau bahwa harga taxi dari Bandara Domodedovo ke Leningradsky Station itu gak sampe 1000 Ruble which is cuma 17 dollar. YAELAAAAAAH hidup loe diiin diiin -___-!!!” Appeeesss.

Jadi angka yang gue kira itu adalah jumlah ruble yang harus gue bayar, ternyata itu adalah jarak tempuh (bukan dalam kilometer) yang totalnya ada 5 digit angka HAHAHAHAHA bego banget gue emang.. Lalu angka itu gue konversi ke dollar yang totalnyaย almost 170 DOLLAR… How stupid I am cuuyyy…

Nah buat kalian yang mau pergi-pergi ke negara lain yang kursnya bukan dollar dan bahasa utamanya bukan bahasa inggris apalagi kalau loe sendirian dan pertama kali, perhatikan hal-hal berikut ini:
1. Loe harus ngerti dengan KHATAM konversi antara Rupiah, Dollar, dan mata uang negara tujuan.
2. Loe harus minimal hafal ucapan Tolong, Maaf, dan Terima Kasih dalam bahasa utama negara tujuan. Biarpun ujung-ujungnya tetep aja loe ngemeng “Can you help me to blaaa blaa blaaa…” HAHAHAHA Supaya minimal warga negara setempat seneng sedikit sama loe.
3. Install google translate di hape ente, dan ini jangan sampai lupa untuk dipakai bro sist! HAHA
4. Pelajarin dengan baik soal public tranportasi di negara tujuan, minimal banget transportasi yang akan loe gunakan, kecuali kalau loe kaya banget yee bisa ke mana-mana dengan sewa mobil atau taxi. Kalau gue sih, sayang aja duitnya HAHA, mending buat beli oleh-oleh atau makan enak.

Terakhir, dokumen-dokumen pribadi jangan lupa di copy-copy minimal 2.. Just in case….

Cerita ini akan bersambung ke cerita perjalanan gue menuju dan selama di Saint Petersburg… Dipostingan pertama ini gak banyak foto-foto karena emang gue bahkan gak foto-foto sama sekali begitu sampai. HAHA Foto di atas itu adalah foto yang gue ambil saat di Saint Petersburg..ย 

See you on the next story…

Advertisements

4 Comments Add yours

  1. Pypy says:

    Waduhh.. Jadi mahal amat ya? Gpp, itung2 jadi pengalaman ya. Jadi seru nih pen ngikutin cerita selanjutnya.

  2. kutubuku says:

    Salam kenal ya…duh pertama kali ke LN udah langsung ke Rusia, wajar lah klo bingung, aku kebetulan mau posting soal tips2 jalan2 buat yang novice, jadi bisa liat2 pengalamanmu juga.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s