Fundraising Versi Generasi Mecin


3 desain notebook: produk dari Cupang Creative Production

Gue mau share cerita soal homestay lagi nih. Sabar ya yang nunggu cerita-cerita dari Russia, ai masih syibuk fundraising untuk homestay program ke Jepang. hahaa

Waktu keberangkatan semakin dekat tapi dana tim yang akan berangkat ke Jepang masih butuh banyak, kabar dari sponsor pun tak kunjung datang. Uang yang kita kumpulin masing-masing juga masih cenderung suraamm, tapi udah lumayan sih, gue sendiri baru aja dapat rejeki mayan besar. Bersyukur lah gue pada Tuhan Yang Maha Esa.

Salah satu syarat dari keiikutsertaan kita di program ini adalah soal kerjasama tim, dalam segala hal: bagi-bagi tugas untuk persiapan dokumen, pencarian promo tiket, bikin profile masing-masing peserta, segalanya harus dikerjasamakan termasuk fundraising, semuanya harus punya peran. Karena salah satu tujuan homestay ini adalah menciptakan bounding sesama peserta. Biasanya kedekatan antar tim akan diuji seiring persiapan ini dan itu, ada aja pasti gesekan-gesekannya. Tapi ya entah kenapa di tim jepang ini, gue belum merasakan gesekan tapi justru kita semakin mengerti ke’geblek’an masing-masing orang.HAHAHAHHA

Okeh gue mulai ngelantur, balik lagi ke soal fundraising tim yang kita usahakan sejak Juli tahun kemarin. Awalnya kita membuat list skill masing-masing peserta dari tim Jepang. Ternyata masing-masing dari kita punya keahlian yang layak untuk dijual, mulai dari data researcher, graphic designer, video creator, copy writer, web developer, sampai guru les private, apa lagi yak? lumayan banyak lah untuk jual diri.HAHA Lalu keahlian ini kita jual dengan membuat sebuah brand: CUPANG CREATIVE PRODUCTION. CUPANG itu singkatan dari: CUusss ke JEpang. Kebayang kan betapa HALU-nya isi tim ini.HAHAHAHA

Gak hanya jual skill, kita juga memutuskan untuk bikin produk yang layak jual, bermakna untuk orang-orang, tapi juga social oriented. Banyak Mau yak?HAHA samaa, gue juga awalnya mikirnya gitu, sempet merasa pesimis sama produk ini. Belom mah kita harus memperdebatkan apa produknya, apa value-add nya. Buat yang gak paham value-add, gue sekalian jelasin nih:
Jadiii, si CUPANG Creative Production ini akhirnya mau bikin produk notebook untuk orang-orang mencatat agendanya, tapiiii kalau cuma notebook doang kan gak ada spesialnya tuh, orang-orang juga bisa beli di gramedia atau toko-toko vintage kekinian. Kita harus pikirin deh, nilai lebih (value add) apa yang bisa bikin notebook itu jadi spesial.
Naaahh, kebetulan Papa Mentor kita punya rumah seni dampingan di Karangasem – Bali, namanya Klencing Art. Naaahhh, hasil-hasil lukisan dedek-dedek dari Klencing Art kita aplikasikan di cover notebook itu, biar ada nilai lebih untuk terget pasar kite. Paham yaaa soal value-add????

Kalau bikin produk begituan mah gampaaang untuk kita, secara skill yang ada di tim sangat memadai. TAPPPIIIIIII pada kenyataannya, 6 orang tim ini tersebaarrr ciiinggg di pulau Jawa sampai Bali. Klencing Art-nya sendiri ada di Bali. Sementara untuk mengaplikasikan lukisan-lukisan itu di notebook, kita perlu banget file digital si lukisan yang high-resolution. Designer dan tukang cetaknya ada di Solo, lukisannya ada di Bali, yang jual-jual bukunya ke sebar dari Jakarta, Yogya, Tangerang, Solo, dan Bali. Maboookk ga tuuhh HAHAHHA

Naahhh para generasi mecin ini akhirnya membuat flow kerja:
Pertama, Widia yang ada di Bali harus berkendara dari Gianyar ke Klencing Art di Karang Asem untuk memindai lukisan dengan kualitas hi-res, biar si Dayu nanti gampang adjust gambarnya di cover notebook.
Sementara itu, Dayu mulai mendesain bentuk notebook-nya.
Gue (di Jakarta), Intan (Yogyakarta), Yessica (Tangerang), Burhan (Ciputat Pamjulang)  kulalang-kuliling survey harga percetakan yang paling murah di kota masing-masing.
Sementara Ivan siap sedia memoderasi meeting koordinasi dan ngejagain timeline produksi kita. Semua keputusan kita diskusikan via WhatsApp group, gue mulai menyembah si teknologi ini.HAHA
Ohiya, sebagian dari keuntungan ini kita peruntukan juga untuk Klencing Art-nya sendiri.

Akhir September, itu barang akhirnya jadi dan harus kita jual. Setiap orang punya jatah 10 pcs untuk dijual. Gue sendiri ambil 15pcs, gaya banget ye kaaan. Kayak bakal laku aja. Naaahhh, dari Oktober sampai Januari (sampai tadi malam lebih tepatnya) itu notebook yang harusnya udah gue jual, bersarang di kostan sepupunya Dayu.HAHAHAHA parah deh gue. Tapiiii, gue emang berencana jualan di kantor pas masuk tahun baru, kan pas tuh: Tahun Baru, notebook baru. Oke, ini pembenaran.HAHAHHA

Maka berjualan lah gue hari ini, sudaahh habis terjual gaiiisss 15pcs. AHAHHAHA Beberapa orang pun bertanya-tanya, dipikirnya gue jago banget jualan, mungkin iya. Tapi pointnya bukan di jago jualan. Sebetulnyaaaaa, gue jual notebook-notebook ini ke orang-orang yang memang gue tau sayang banget sama gue.HAAHAHHA GE-ER BANGET YAAAKK 😀

Tapi serius deh, gue jualannya sambil cengangas-cengeges koq, ga seriusan gue obral-obral itu barang..HAHAHHA gue cuma cerita verbal tentang proses yang gue tulis di atas itu.. Nah, karena gue yakini mereka sayang aja sama gue dan mau kasih dukungan untuk gue, jadi dibayarin lah itu notebook seharga 100 ribu rupiah.. ulalaaaaaa….

Jadi sebenernya point-nya bukan di jago jualan gais, sejauh mana loe membangun relasi dan narasi hidup dengan orang-orang di sekeliling loe, jadi ketika loe sedang mengusahakan sesuatu, mengejar mimpi loe, pasti lingkungan akan mendukung..hehehe *sok tauuuu beuuut si dindaaa… Terus gue juga percaya, setiap kali gue berbuat baik ke sesama manusia, itu bukan soal investasi masa depan, tapi itu adalah cara gue menjadikan mereka saudara. Semakin banyak kita punya saudara akan semakin mudah pasti langkah kita ke depan, karena pasti banyak yang mendoakan dengan tulus. ye kaaaaan???

Kesimpulan dari gue, fundraising itu bukan soal loe jago ngomong, jago jualan, jago bikin produk, kreatif, jago bisnis, bukan cuma soal itu semua. Tapi juga soal gimana loe membangun relasi dan narasi antar sesama manusia.

Advertisements

One Comment Add yours

  1. nyonyasepatu says:

    Namanyaaaa lucu bgt 😻

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s