Melampaui Curriculum Vitae

Pada suatu kesempatan di sesi mentoring pembuatan Curriculum Vitae, seorang junior di kampus pernah bertanya “Seberapa penting kita memasukan pengalaman organisasi di CV kak?” Saat itu status gue sendiri juga masih mahasiswa semester enam yang kebetulan udah dapat tawaran bekerja di sebuah lembaga pengkajian hukum.

Saat itu juga, gue belum punya jawaban yang betul-betul tepat untuk pertanyaan tersebut, karena perkara menerakan pengalaman berorganisasi ke dalam CV bagi gue hanya sekedar mengikuti anjuran dosen aja.HAHA

Otak gue di masa-masa mahasiswa memang sesuram itu, segala sesuatunya tidak sama sekali dikritisi, ikutin aja “apa kata dosen”. Menjadi mahasiswa anti revolusioner, anti inovasi, anti perlawanan, begitulah gue, sangat suram.

2 tahun lalu saat gue harus merevisi CV untuk yang ke-5 kalinya, iya itu berarti gue udah 5 kali pindah tempat kerja, dalam waktu 6 tahun. Barulah pertanyaan tadi terlintas di kepala lagi “Ini pengalaman organisasi sebenernya apa ngefeknya sih?” Sebetulnyaaa, jawaban normatifnya gue udah punya, udah tau dari semenjak Supervisor gue di tempat pertama kali gue kerja menyampaikan hal-hal kenapa gue diterima di tempat tersebut.

Jawaban normatifnya begini: Pengalaman organisasi seseorang sangat menjadi pertimbangan dalam proses perekrutan karyawan/staff/officer/apapun itu namanya, karena dari situlah lembaga/perusahaan dapat menilai sisi-sisi di luar hard skill yang kite punye. Macem: Leadership, people management, emotional management, dan lain-lain yang bersifat soft skill. Yaaa, meskipun itu cuma di atas selembar kertas CV loe, tapi ya justru itu satu-satunya media untuk loe “jual diri” kan, itu makanya penting untuk menerakan pengalaman organisasi di CV.

Again, itu tadi di atas adalah jawaban normatif. Di manapun loe ikut sesi pembuatan CV atau persiapan masuk dunia kerja jawabannya kebanyakan seperti itu, gue gak tau deh kalau ada jawaban-jawaban lainnya, mungkin Dillan tau.

Nah, di hari-hari belakangan ini gue malah baru mendapat jawaban non-normatifnya. Gue baru betul-betul paham kenapa pengalaman organisasi itu penting. Jawaban ini di luar urusan loe mau jelaskan di CV atau enggak.

Literlaly “Why your organisation experience is really important for your career?”

Karena, one day in the daily working loe gak akan kaget menghadapi tingkah laku ajaib dari kolega di kantor mulai dari the same level sampai yang high-level. Loe gak akan nangis-nangis di toilet kantor karena bingung gimana harus menghadapi rekan sejawat yang gak bisa diajak kerjasama, loe gak akan bingung gimana harus berdamai dengan kolega yang gak bisa diajak kerjasama sampai ujung-ujungnya 4L, Loe Lagi Loe Lagi yang ngerjain itu kerjaan orang.HAHA Loe gak akan setresss karena bingung gimana mempersuasi si bos untuk menerima ide-ide ajaib loe.

Hal-hal yang gue sebut di atas itu bisa loe alamin lebih dulu di organisasi-organiasi internal maupun eksternal kampus, maksud gue eksternal bukan cuma yang mainstream, kan banyak juga tuh organisasi kerelawanan/leadership/dan lain-lainnya sekarang ini, nah loe bisa juga ambil bagian di situ.

Again: Mentor terbaik itu adalah pengalaman bukan motivator. Belajar dari kesalahan atau dari kpleset-kpleset sedikit, itu penting, jangan dari mario tegar.

I exactly realised about all that bass karena belakangan gue mengalami hal-hal ajaib di GMB, yang memancing emosi gue dan membuat gue jadi orang yang super duper ajaib. Karena cerita tersebut lebih panjang dari Jalan Daendels yang dibangun pada masa Hindia Belanda, mungkin akan gue ceritakan di psotingan berbeda.

Singkat cerita, pengalaman yang gue alami akhir-akhir ini di GMB, gak sengaja terjadi juga pada rekan sejawat di kantor, dan gue jadi berkaca, berefleksi serta beprikir.  Di saat-saat inilah gue betul-betul bersyukur punya banyak pengalaman organisasi di luar dunia professional, gue jadi paham harus berbuat dan mengambil keputusan apa ketika dihadapkan dengan masalah-masalah ajaib.

Pengalaman-pengalaman di organisasi membuat gue tidak gagap pada politik kantor, dan drama-drama turgi lainnya di dunia professional.

Pengalaman-pengalaman ajaib di kantor sekarang maupun kantor-kantor sebelumnya,  bisa gue lewatin satu persatu dengan baik dan lapang dadaaaaa…. dada lapaaangg… lapang bolaaa… *alah 😀

Nah buat siapapun yang baca postingan ini, muda-mudi, millennials, belajar deh punya andil di organisasi, pun loe gak mau masuk dunia kantor (from eight to five sh*t world), pun loe pengennya jadi youtubers/content creator/pekerja kreatif/apapun itu lah mimpi loe. Ujung-ujungnya di masa-masa dewasa nanti loe juga akan bekerjasama dengan manusia yang unik-unik dan ajaib-ajaib. Nah kalau buat gue nih pengalaman di organisasi membawa gue pada pribadi yang lebih baik, instead of cuma mengutuki nasib. Setiap ditempatkan pada situasi-situasi sulit dan harus menghadapi orang, gue jadi punya banyak perspektif/pilihan solusi untuk masalah-masalah hidup/pekerjaan yang lebih ajaib dari fairy tail world.

So, please let yourself growing up beyond the CV ;p

Advertisements

2 Comments Add yours

  1. setuju sekali dengan pemaparan ((PEMAPARAN)) Veska di tulisan ini. Yg paling makjleb adalah quote tentang mentor terbaik itu datang dari pengalaman bukan dari Mario Teguh, ahahahaha. Salam kenal ya Veska

    1. veskadinda says:

      hai, terima kasih tanggapannya untuk tulisan saya. wah, gak nyangka ada yang komen sepanjang ini..
      hehe..
      Salam kenal..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s