Menerima

Andro, Delapan tahun lalu kamu menjelaskan tentang ketertarikan, tentang perasaan, tentang keinginan untuk melindungi ku (entah dari apa). Setahun setelah itu aku yakin untuk bersama saling menjaga dan menopang. Enam tahun setelah itu, kita dibenturkan oleh realita. Aku sadar akan tegapnya dinding agama, kamu paham untuk tidak mungkin merusaknya. Ya, kita dipisahkan. Cukup tau diri…

Beriringan, Menopang, Dipisahkan

Hari ini ku dengar kau kembali ke Ibu Kota. Rasanya menjadi cemas, aku tidak yakin tembok ini sudah kokoh. Aku ragu kau tidak akan berusaha meleburnya. Bahkan mungkin tanpa kau lebur, akan hancur dengan sendirinya. Asal kau tahu, aku telah mampu berdamai dengan takdir. Tapi nyatanya aku tak sampai hati berkhianat pada apa yang kita…

Unfair

Andro, This is unfair. Berkali-kali ku katakan itu setelah ucapan amin atas doa-doa yang ku panjat. Sungguh maksud ku bukan menghujat Tuhan. Aku hanya bertanya mengapa takdir terasa tak adil? Aku harus menguatkan diri ku sendiri, begitupun kau. Kini, lelah harus ku resap sendiri. Kesal harus ku telan sendiri. Sulit harus ku lahap sendiri. Bahkan…

Di Natal yang tidak lagi ada aku

Andro, bagaimana natal mu kali ini? Tanpa ku. Apa kau rindu aku yang selalu menunggu hingga selesai ibadahmu di malam 24 Desember? Masih ada kah nama ku di dalam doa yang kau untai kepada Tuhan? Masih terlukis kah wajah ku pada cahaya lilin yang kau genggam? Siapa yang kali ini membantu mu menjadi santa? Tak terbayang bila kau melakukannya sendiri….

Untuk permintaan mu

Mei 2007 | Hari itu kamu meminta ku untuk menjadi lebih dari sekedar teman, lebih dari sekedar bertukar cerita, lebih dari sekedar menjadi pendengar. Hari itu kamu mengenalkan ku pada satu kata yang masih lazim ku dengar, cinta. Di teras sebuah rumah penyewaan buku-buku anak dan remaja. Tempat yang sering kamu jadikan alasan enam bulan…

Di muka rumah ibadah tempatmu berdoa

Oh, won’t you stay with me? | ‘Cause you’re all I need | This ain’t love, it’s clear to see | But darling, stay with me! Mulai jam hingga hitungan hari, mendengar setiap baitnya, memaksa diri untuk menerima kondisi. Ruang yang tidak akan lagi diisi, cerita yang tidak akan lagi ditukar, seseorang yang tidak akan lagi ditunggu. Jarum…