That thing

I hate to overthinking about something that I can’t control, but that thing who made me laugh almost every day and talk with me about whatever random stories that I want to talk about. That thing, I never realized have been stuck on my head every night I’m gonna close my eyes. That thing, I…

Pesan Untuk Pacar Vania Santoso

  Teruntuk Kekasih Hati Vania Santoso, siapapun kalian akhirnya nanti, dengan akronim nama EYD ataupun STW atau lebih rumit dari keduanya.. Tulisan ini sengaja saya buat di tengah rintik hujan kota Jakarta biar semakin romantis. Karena selain keahlian melawak yang sepele, tentunya kamu juga dipilih oleh sebab kamu manis dan romantis. Sepertinya saya gak perlu memperkenalkan…

Part 1 – Setelah Hujan

When you love someone Just be brave to say that you want him to be with you When you hold your love Don’t ever let it go Or you will loose your chance To make your dreams come true… Lumrahnya memang seperti potongan lagu Endah & Rhesa itu. Tapi mimpi tidak selalu harus dideklarasikan, sekedar…

“Kayaknya kamu bipolar” menutup kalah dan menang

“Menang Kalah” mindset yang begitu saja terbentuk di kepala. Berkat nasib-nasib yang sering kali menempatkan saya di posisi kalah, titik Nol, pecundang atau sejenisnya. Hingga kemudian selalu ada ego yang berdengung untuk membalik nasib-nasib itu. From zero to hero, menjadi menang, benar, dan seolah saya ini manusia paling bijak karena mampu membalik keadaan. Proses yang…

#DANBERNYANYILAH

Dan Terus Bernyanyilah Di bawah lembutnya senja parahyangan, izinkan aku bertutur rindu, biarkan aku mengenang nyanyian bersama mu di tempo doeloe. Ini bukan sekedar mengingat, bukan sekedar kembali. Berjalan di atas trotoar yang sama, di bawah rindang yang kini menjingga. Tanpa cengkrama, tanpa petikan dawai, tanpa pundak untuk bersandar, tanpa kau. Hanya aku seorang, kini…

Menerima

Andro, Delapan tahun lalu kamu menjelaskan tentang ketertarikan, tentang perasaan, tentang keinginan untuk melindungi ku (entah dari apa). Setahun setelah itu aku yakin untuk bersama saling menjaga dan menopang. Enam tahun setelah itu, kita dibenturkan oleh realita. Aku sadar akan tegapnya dinding agama, kamu paham untuk tidak mungkin merusaknya. Ya, kita dipisahkan. Cukup tau diri…

Sampai kapan?

Saya menulis ini di depan Istana Negara yang begitu kokohnya. Di depan hilir mudik pekerja2 Ibu Kota yang akan kembali ke rumah bertemu keluarga tercinta. Di bawah matahari sore yang kian menyerahkan Kami kepada gelap. Sejam yang lalu saya berdiri di hadapan gedung putih ini bersama pemuda lainnya, bersama para orang tua yang kerutnya kian…

Horse Smile

If there are optimistic and pessimistic, You are not both, You are a Realist. Receivers and connoisseurs what you had, Prosecutors did not you. You proud of what you have, Although only white teeth and horse smile.

Hurt Me

Kepada kamu yang aku tunggu… Tidakkah kamu ingin berbuat buruk pada ku… Menyakiti hati, memaki, mencuri, apapun itu.. Izinkan aku mengecap kecewa dari yang sulit aku lupa.. Biarkan aku paham betul rasa yang tak terbalas.. Hai kamu yang sampai saat ini masih menyesak di dada, Hurt me please…

Sekalipun Harus Kehilangan

This is unfair for me… Hai kamu yang aku tunggu… Kamu tau lirik lagu “sepatu” …..selalu bersama tak bisa bersatu… Kadang aku merasa Tuhan selalu memberikan waktunya untuk kita bersama… Tapi seperti pelangi yang entah di mana ujungnya, aku pun tak tahu bagaimana akhirnya… Aku kamu, bersama untuk satu waktu… Bertukar pesan hidup, makna diri,…

Beriringan, Menopang, Dipisahkan

Hari ini ku dengar kau kembali ke Ibu Kota. Rasanya menjadi cemas, aku tidak yakin tembok ini sudah kokoh. Aku ragu kau tidak akan berusaha meleburnya. Bahkan mungkin tanpa kau lebur, akan hancur dengan sendirinya. Asal kau tahu, aku telah mampu berdamai dengan takdir. Tapi nyatanya aku tak sampai hati berkhianat pada apa yang kita…

Untuk kau yang masih dijajah nafsu

Aku yang bukan siapa-siapa ini sangat ingin berucap pada mu. Tapi keberanianku hanya sebatas jemari di selembar kertas maya. Semoga cukup untukmu… Kamu yang entah akan ku panggil siapa, kamu yang akan menjadi “kita” kelak entah kapan. Sudah sampai di mana kah? Sudah berapa banyak bibir wanita kau cumbu sebelum aku? Belum cukup kah jeda sepanjang ini…