An empathy

I am sitting in front of the screen and seeing almost a hundred faces, with their microphone being switch off by the host of our virtual meeting. All the participants listen carefully about the updates of Covid-19 also about office responses to support the stakeholders. Sharing about updates of achievements, and birthday wishes for those…

Menjadi tombol delete untuk Ibu

Setiap hal yang sudah ada begitu aja atau diberikan begitu aja biasanya memang lebih susah dihargai dibanding hal-hal yang kita perjuangkan sendiri. Satu dari banyak hal itu adalah Ibu. Saking dia terlalu sering hadir di setiap keputusan yang harus saya ambil, sekarang jadi bingung pas dia gak ada. Betul-betul jadi anak ayam kehilangan induk. Keputusan-keputusan…

Sebuah Konjungsi

Mulai dari nol lagi untuk menulis di blog ini, selama satu tahun lalu gak ada satupun tulisan yang saya publikasikan di sini. Tentunya saya mencoba, beberapa kali menulis, tapi gagal total karena beberapa perasaan yang timbul: takut dihujat, takut dicap, takut gak punya teman lagi, takut menyinggung dan takut-takut yang lainnya. Kalau ada satu paket…

Untuk Bintang, ketiga anak Maria dan Cucu Oma Olivia

Ada seorang teman yang baru-baru ini saya kenal – seorang ibu dari 3 orang anak tanpa bapak, dalam tulisan ini saya akan memanggilnya Maria. Bukan, bukan sama sekali seperti Bunda Maria, teman saya ini adalah  manusia berjenis kelamin perempuan pada umumnya yang telurnya harus dibuahi oleh sperma laki-laki. Di mata suaminya membuahi tidak berarti berjuang…

Seterusnya loe akan dilecehkan!

Desclaimer: Tulisan ini sekedar menjadi pengingat bagi diri gue sendiri untuk gak lagi menjadi bodoh sebagai perempuan. Jika ada yang tidak berkenan, monggoooo diskipp aja ke postingan yang lain..   Praktek Kerja Lapangan (PKL) di masa SMK adalah pintu masuk pertama gue mendapatkan pelecehan seksual, usia di mana buah dada sedang bertumbuh tapi gak diiringi dengan…

Rumah dari Sepotong Katsu Babi

Di hari-hari libur sekolah belasan tahun lalu, biasanya saya dititipkan di rumah opah (kakek). Biasanya juga Ibu kaka (satu-satunya anak opah yang mahir memasak) akan menghidangkan berbagai makanan untuk semua keponakan dan juga Opah. Sayangnya gak semua dari kita memiliki subjektifitas yang sama terhadap rasa makanan. Kehebohan pernah terjadi ketika Ibu Kaka memasak bebek, makanan…

Rahasia dibalik on-time nya orang Jepang

Dua hari yang lalu gue ketinggalan bis dari halte dekat rumah. Loe tau gak rasanya ditinggal bis di Jepang itu gimana? DINGIIIINNNN!! Udah mah lagi berangin, suhu di bawah 10 derajat. Pagi-pagi, gue lari-larian dari rumah ke halte, gue keluar rumah telat 3 menit, 3 menit doang cuyyy.. Di Jepang loe telat 1 menit aja…

Melampaui Curriculum Vitae

Pada suatu kesempatan di sesi mentoring pembuatan Curriculum Vitae, seorang junior di kampus pernah bertanya “Seberapa penting kita memasukan pengalaman organisasi di CV kak?” Saat itu status gue sendiri juga masih mahasiswa semester enam yang kebetulan udah dapat tawaran bekerja di sebuah lembaga pengkajian hukum. Saat itu juga, gue belum punya jawaban yang betul-betul tepat…

Fundraising Versi Generasi Mecin

3 desain notebook: produk dari Cupang Creative Production Gue mau share cerita soal homestay lagi nih. Sabar ya yang nunggu cerita-cerita dari Russia, ai masih syibuk fundraising untuk homestay program ke Jepang. hahaa Waktu keberangkatan semakin dekat tapi dana tim yang akan berangkat ke Jepang masih butuh banyak, kabar dari sponsor pun tak kunjung datang. Uang…

Hidup Seadanya Demi Homestay Program

Ketika kondisi memaksa gue untuk hidup dengan mengandalkan diri sendiri, itu berarti gue harus mengatur segala sesuatunya sendiri, termasuk soal keuangan. Dan ini yang paling berat bagi gue, since my mother was the only one who able to managed my financial. Sialnya lagi gue lebih teliti pada huruf dibanding angka. Semuanya terasa lebih berat ketika…

Merayakan Kepahitan

Dalam sebuah diskusi cinta dan cangkir kopi, Aprida pernah menjelaskan kepada saya bahwa bagi seorang kristiani: Hidup adalah sebuah penebusan dosa. Pada titik tersebut saya setuju, pernah saya berpikir bahwa (mungkin) di kehidupan sebelumnya saya ini adalah seekor ular liar yang membunuh orang sesuka hati di hutan, di kebun, di manapun saya tersesat. Itu mungkin…

Tetap Menjadi Manusia

“Haidar!!” Dari balik bilik kerja seorang kawan memanggil staff IT favorit kita semua. Dia sedang dilanda kesulitan mencetak gambar di mesin pencetak. Berjarak lebih dari 3 meter, Haidar menggerutu “Ada telefon lho, kenapa mesti teriak.” keluhnya sambil tetap senyam-senyum. “Loh, ini justru menjaga kita tetap seperti manusia.” Timpal Kak Gibthi. “Lah, gimana coba, kan ada…