Tetap Menjadi Manusia

“Haidar!!” Dari balik bilik kerja seorang kawan memanggil staff IT favorit kita semua. Dia sedang dilanda kesulitan mencetak gambar di mesin pencetak. Berjarak lebih dari 3 meter, Haidar menggerutu “Ada telefon lho, kenapa mesti teriak.” keluhnya sambil tetap senyam-senyum. “Loh, ini justru menjaga kita tetap seperti manusia.” Timpal Kak Gibthi. “Lah, gimana coba, kan ada…

A chance

This story dedicated to an Australian Old Man, Richard Cronin. Yesterday – on a very last night – when I stood at the Transjakarta Selter, seen an old woman brought many things on her hand. There were some goodie bag at her left hand, her fingers on the other hand were busy with the handphone’s…

Melalui seorang Hindu saya kembali pada Islam

Pandu, seorang pendaki kawakan di lingkungan pertemanan saya pernah bilang “Saat sampai di puncak-puncak gunung, ada sebagian diri kita yang ditinggalkan di sana.” Mungkin maksudnya kalau kita *pup di puncak gunung ya Ndu? πŸ˜› Kalau Pandu meninggalkan sebagian dirinya di tempat-tempat yang ia singgahi.Β Sebaliknya, pergi ke tempat-tempat yang jauh dari rumah adalah proses menemukan potongan-potongan…

Ngoepilah: Ekspektasi Cinta yang terukur

[expectation] A strong belief that something will happen or be the case in future. Sebuah kondisi di mana seseorang menaruh harapan/ membayangkan sesuatu dan yakin hal itu akan terjadi. Sederhananya begini: Kamu keluar kantor menunggu lift dan memupuk keyakinan bisa satu lift dengan si dia. Lebih sederhana lagi: Kamu yakin hari ini akan seperti biasa,…

Berdamai? Coba tanya Rafael!

Serangan panik selalu menjadi penyundutΒ terbaik untuk membakarΒ tumpukan sekam yang berisi kepentingan banyak orang. Kepentingan untuk menjadi populer, pembuktian, atau sekedar menyelesaikan perjuangan keseharian. Pun terjadi pada saya beberapa minggu lalu di kantor, pertengkaran sia-sia nyaris berlangsung antara saya dan seorang rekan yang meminta melakukan sesuatu tanpa tedeng aling-aling dan berpikir lebih jauh dampak dari permintaannya….

Behind the scene

“Behind the scene” kalimat pendek yang terus berdengung di telinga saya, pasca selesainya kegiatan YA & YLF 2016. Satu minggu sebelum dimulainya acara ini, beberapa teman saya hantui dengan sederet paragraf mengenai pondasi sebuah bangunan, mengenai kekhawatiranΒ akanΒ kami tidak benar-benar mengetahui tangan hebat yang membantu kelancaran setiap tugas yang diberikan kepada masing-masing dari kami. Baru lah…