Fundraising Versi Generasi Mecin

3 desain notebook: produk dari Cupang Creative Production Gue mau share cerita soal homestay lagi nih. Sabar ya yang nunggu cerita-cerita dari Russia, ai masih syibuk fundraising untuk homestay program ke Jepang. hahaa Waktu keberangkatan semakin dekat tapi dana tim yang akan berangkat ke Jepang masih butuh banyak, kabar dari sponsor pun tak kunjung datang. Uang…

Hidup Seadanya Demi Homestay Program

Ketika kondisi memaksa gue untuk hidup dengan mengandalkan diri sendiri, itu berarti gue harus mengatur segala sesuatunya sendiri, termasuk soal keuangan. Dan ini yang paling berat bagi gue, since my mother was the only one who able to managed my financial. Sialnya lagi gue lebih teliti pada huruf dibanding angka. Semuanya terasa lebih berat ketika…

Merayakan Kepahitan

Dalam sebuah diskusi cinta dan cangkir kopi, Aprida pernah menjelaskan kepada saya bahwa bagi seorang kristiani: Hidup adalah sebuah penebusan dosa. Pada titik tersebut saya setuju, pernah saya berpikir bahwa (mungkin) di kehidupan sebelumnya saya ini adalah seekor ular liar yang membunuh orang sesuka hati di hutan, di kebun, di manapun saya tersesat. Itu mungkin…

Tetap Menjadi Manusia

“Haidar!!” Dari balik bilik kerja seorang kawan memanggil staff IT favorit kita semua. Dia sedang dilanda kesulitan mencetak gambar di mesin pencetak. Berjarak lebih dari 3 meter, Haidar menggerutu “Ada telefon lho, kenapa mesti teriak.” keluhnya sambil tetap senyam-senyum. “Loh, ini justru menjaga kita tetap seperti manusia.” Timpal Kak Gibthi. “Lah, gimana coba, kan ada…

A chance

This story dedicated to an Australian Old Man, Richard Cronin. Yesterday – on a very last night – when I stood at the Transjakarta Selter, seen an old woman brought many things on her hand. There were some goodie bag at her left hand, her fingers on the other hand were busy with the handphone’s…

Melalui seorang Hindu saya kembali pada Islam

Pandu, seorang pendaki kawakan di lingkungan pertemanan saya pernah bilang “Saat sampai di puncak-puncak gunung, ada sebagian diri kita yang ditinggalkan di sana.” Mungkin maksudnya kalau kita *pup di puncak gunung ya Ndu? 😛 Kalau Pandu meninggalkan sebagian dirinya di tempat-tempat yang ia singgahi. Sebaliknya, pergi ke tempat-tempat yang jauh dari rumah adalah proses menemukan potongan-potongan…