A chance

This story dedicated to an Australian Old Man, Richard Cronin. Yesterday – on a very last night – when I stood at the Transjakarta Selter, seen an old woman brought many things on her hand. There were some goodie bag at her left hand, her fingers on the other hand were busy with the handphone‚Äôs…

Melalui seorang Hindu saya kembali pada Islam

Pandu, seorang pendaki kawakan di lingkungan pertemanan saya pernah bilang “Saat sampai di puncak-puncak gunung, ada sebagian diri kita yang ditinggalkan di sana.” Mungkin maksudnya kalau kita *pup di puncak gunung ya Ndu? ūüėõ Kalau Pandu meninggalkan sebagian dirinya di tempat-tempat yang ia singgahi.¬†Sebaliknya, pergi ke tempat-tempat yang jauh dari rumah adalah proses menemukan potongan-potongan…

Ngoepilah: Ekspektasi Cinta yang terukur

[expectation] A strong belief that something will happen or be the case in future. Sebuah kondisi di mana seseorang menaruh harapan/ membayangkan sesuatu dan yakin hal itu akan terjadi. Sederhananya begini: Kamu keluar kantor menunggu lift dan memupuk keyakinan bisa satu lift dengan si dia. Lebih sederhana lagi: Kamu yakin hari ini akan seperti biasa,…

Berdamai? Coba tanya Rafael!

Serangan panik selalu menjadi penyundut¬†terbaik untuk membakar¬†tumpukan sekam yang berisi kepentingan banyak orang. Kepentingan untuk menjadi populer, pembuktian, atau sekedar menyelesaikan perjuangan keseharian. Pun terjadi pada saya beberapa minggu lalu di kantor, pertengkaran sia-sia nyaris berlangsung antara saya dan seorang rekan yang meminta melakukan sesuatu tanpa tedeng aling-aling dan berpikir lebih jauh dampak dari permintaannya….

Behind the scene

“Behind the scene” kalimat pendek yang terus berdengung di telinga saya, pasca selesainya kegiatan YA & YLF 2016. Satu minggu sebelum dimulainya acara ini, beberapa teman saya hantui dengan sederet paragraf mengenai pondasi sebuah bangunan, mengenai kekhawatiran¬†akan¬†kami tidak benar-benar mengetahui tangan hebat yang membantu kelancaran setiap tugas yang diberikan kepada masing-masing dari kami. Baru lah…

Si Oldschool dan Si Kekinian

Foto di atas diambil ketika keduanya sedang serius menawar harga¬†alpukat untuk diberikan kepada para Nyonya. Berlangsung saat perjalanan menuju Jakarta, setelah Rapat Kerja TurunTangan 2015 kemarin. Kedua kakak ini (tanpa direncanakan) sama-sama membentuk kepribadian dan pola pikir seorang Dinda hingga menjadi seperti sekarang.¬†Bedanya¬†kalau dimarahi/dinasihati¬†Kak Herry (Kiri) selalu menghasilkan air mata. Sementara Kak Darul (Kanan) selalu…

Ketakutan Menuju Timur

Timur Indonesia, wilayah yang sangat jauh dari tempat di mana ketika tulisan ini dibuat. Melihat beberapa dokumentasi teman-teman yang pernah datang ke sana sebelumnya, saya pikir perjalanan ini akan menjadi sama seperti ketika berkunjung setiap bulannya ke Cipeuti, Banten. Terpencil, jauh, pedalaman, dan tanpa akses menuju ke urban. Tapi apa iya akan benar-benar sama dengan…

Dikerjakan

Membuka kembali halaman-halaman blog ini membuat saya miris. Ternyata¬†isinya refleksi semua ūüėÄ Ya, 80% tulisan saya di blog ini hanya berisikan refleksi sehari-hari bersama orang-orang terdekat. Padahal mulanya blog ini dibuat selain untuk tempat belajar menulis, berefleksi soal hidup, tapi juga membagikan hal-hal yang bermanfaat untuk orang banyak, di luar lingkaran pertemanan saya. Mungkin pelan-pelan…

Maybe over 8 years

Jumat sore kemarin seorang teman di kantor mengirim link youtube yang berisi video sepasang muda mudi (Sarah kay & Phil Kaye) berceloteh tentang cinta bertajuk “When Love Arrives”¬†Pesannya sederhana dan mainstream, bahwasanya: cinta itu gak bisa dipaksakan, cinta itu akan datang dengan sendirinya, cinta adalah¬†mengenal dan berproses. Kemudian saya teringat sebuah buku yang berisi dialog…

Narasi Bersama Anna Winoto

Obrolan ringan saat makan siang kemarin¬†terpaku pada salah seorang perempuan keren yang pernah menjabat ‘posisi mentok untuk orang Indonesia’ di kantor baru tempat saya bekerja. Seorang teman menceritakan tentang beliau dengan penuh antusias. Terasa betul beliau ini sangat berkesan untuk banyak orang di kantor ini. “Dia¬†itu din luar biasa deh, mau lhoo ngurusin printilan. Ya,…

Selamat Bertambah Satu

Koran, majalah, newsletter, post card, dan buku adalah media yang sering diberikan cuma-cuma kepada seseorang, lembaga, atau partner lainnya untuk ucapan terima kasih, berkabar, atau sekedar menjaga hubungan baik. Tujuannya hampir semua sama, ingin mengingatkan kepada si partner bahwa si pengirim ini masih ada di dunia. Siang ini setumpuk newsletter dibuang begitu saja ke tempat…

Agar ‘gading’nya tetap lestari

Devide et impera¬†politik pecah belah atau disebut juga dengan adu domba. Pada¬†artikel kompasiana yang saya dapat, dipertanyakan apakah devide et impera¬†adalah cara yang memang harus diterima (nasib) atau kebodohan bangsa? Menurut saya ini bukan soal keduanya. Ini memang senjata psikologis paling ampuh sepanjang masa (saja memang). Jadi bukan nasib, dan bodoh atau tidaknya pasti bergantung…