Volunteering #BlogSeries: A sandwich Technique

After a year I joined in Sahabat Anak as a teacher for Marginal Children, the volunteers gave me a chance to being a Coordinator of Sahabat Anak Kota Tua. It was the first time for me to lead the volunteers and ensure all the program and planning went well. It was not easy to lead…

Volunteering #BlogSeries: Let Someone Go

Five years ago, in a rainy day, a glass was cracked by someone. At that time, I was too young to understand about love even broken heart. I had no idea, how to recover myself. Something that I always to remember is: Doing something good can make me feel better. After locking myself in my…

Maaf..

Ada dua jenis pejuang yang mengorbankan dirinya demi sebuah misi kemanusiaan. Satunya tentara militer, satunya lagi adalah seorang dokter. Dari dua keahlian yang berbeda ini akhirnya menimbulkan ironi yang sangat rumit, ketika berlangsung misi penyelamatan di sebuah area bencana. Ada dua orang korban yang harus diselamatkan, satunya seorang pegawai baru yang tertusuk besi panjang di bagian…

Dinda, Relawan dan TurunTangan

“Menjadi Relawan TurunTangan melampaui limitasi yang pernah saya buat sendiri” Tulisan ini dibuat untuk seorang apatis yang mempertanyakan arti sebuah kerelawanan kepada saya beberapa minggu lalu. Saat diberondong beberapa pertanyaan, saya sengaja hanya menjawab simple-simple saja atau sesepele “emang hidup gue kurang kegiatan aja, jadi bawaannya pengen ini itu, bikin banyak hal.” Tapi sebenarnya tidak…

Pahlawan metropolitan

Jakarta hari ini mungkin tenang, hanya suara riuh rendah para pekerja berebut masuk lift di gedung-gedung tinggi metropolitan. Bising hanya akan terdengar sore nanti, saat lengan kemeja telah di gulung hingga ke siku, saat wajah-wajah pekerja bersaing kusut dengan pakaian. Ketenangan itu tidak bisa saya nikmati ketika harus mengecek isi percakapan di aplikasi WhatsApp. Ada…

Behind the scene

“Behind the scene” kalimat pendek yang terus berdengung di telinga saya, pasca selesainya kegiatan YA & YLF 2016. Satu minggu sebelum dimulainya acara ini, beberapa teman saya hantui dengan sederet paragraf mengenai pondasi sebuah bangunan, mengenai kekhawatiran akan kami tidak benar-benar mengetahui tangan hebat yang membantu kelancaran setiap tugas yang diberikan kepada masing-masing dari kami. Baru lah…

Pondasi terbaik di YA & YLF 2016

Pagi ini sebuah ucapan terima kasih datang dari Ozil di WhatsApp Group Tim Inti Youth Adventure. Ucapannya sederhana: Terimakasih untuk semua tenaga dan pikiran selama persiapan hingga pelaksanaan YA… Jaga kesehatan karena masih ada YLF… #janganlupabahagia Tentunya, persiapan dan pelaksanaan kegiatan ini tidak sesingkat ucapan terima kasih yang Ozil sampaikan. Banyak hal rumit dan pelik menjadi tantangan bagi…

Ketakutan Menuju Timur

Timur Indonesia, wilayah yang sangat jauh dari tempat di mana ketika tulisan ini dibuat. Melihat beberapa dokumentasi teman-teman yang pernah datang ke sana sebelumnya, saya pikir perjalanan ini akan menjadi sama seperti ketika berkunjung setiap bulannya ke Cipeuti, Banten. Terpencil, jauh, pedalaman, dan tanpa akses menuju ke urban. Tapi apa iya akan benar-benar sama dengan…

Narasi Bersama Anna Winoto

Obrolan ringan saat makan siang kemarin terpaku pada salah seorang perempuan keren yang pernah menjabat ‘posisi mentok untuk orang Indonesia’ di kantor baru tempat saya bekerja. Seorang teman menceritakan tentang beliau dengan penuh antusias. Terasa betul beliau ini sangat berkesan untuk banyak orang di kantor ini. “Dia itu din luar biasa deh, mau lhoo ngurusin printilan. Ya,…

Tips Lolos Seleksi YA & YLF 2016

7 Hari menjelang tutupnya pendaftaran Youth Adventure & Youth leaders Forum 2016. Handphone saya semakin berisik dengan notifikasi sms, whatsapp, line, bahkan telefon dari para calon peserta. Ada beberapa yang secara personal meminta tips agar lolos seleksi kegiatan ini. Karena saya sedang gabut, maka saya kabulkan permintaan teman-teman 😀 IQRA Hal WAJIB yang harus teman-teman…

Untuk yang ditinggalkan

Agustus 2015, perjalanan pulang setelah mengantar Ka’Pida menjadi saat-saat yang paling ‘memukul’ bagi saya. Bukan karena ditinggal Pida ke Inggris *macem rangga sama cinta aja gue*. Tapi karena sampai di titik itu lagi-lagi saya ditinggal, lagi-lagi saya didadahin, AH! “Bego banget gue, mikirin Ayo Sekolah segitunya, tau-tau si Lizar pergi ke Aceh. Pida ke Inggris….

GMB versus Mantan

Kenapa GMB? Kenapa segitunya? Kenapa jadi prioritas? Kenapa??? Banyak kenapa-kenapa lainnya yang diajukan kepada saya. Oke, saya balik tanya “Kenapa pada ribet banget sih? Serah gue lah” HAHAHAHA Jawaban ini gak GMB banget pastinya. Kami selalu “dipaksa” (in a good way) untuk mempertanyakan dan menjelaskan ‘Jangan asal JEPLAK.’ Nah harusnya saya sudah lama menjawab pertanyaan-pertanyaan…