Rumah dari Sepotong Katsu Babi

Di hari-hari libur sekolah belasan tahun lalu, biasanya saya dititipkan di rumah opah (kakek). Biasanya juga Ibu kaka (satu-satunya anak opah yang mahir memasak) akan menghidangkan berbagai makanan untuk semua keponakan dan juga Opah. Sayangnya gak semua dari kita memiliki subjektifitas yang sama terhadap rasa makanan. Kehebohan pernah terjadi ketika Ibu Kaka memasak bebek, makanan…

Melalui seorang Hindu saya kembali pada Islam

Pandu, seorang pendaki kawakan di lingkungan pertemanan saya pernah bilang “Saat sampai di puncak-puncak gunung, ada sebagian diri kita yang ditinggalkan di sana.” Mungkin maksudnya kalau kita *pup di puncak gunung ya Ndu? 😛 Kalau Pandu meninggalkan sebagian dirinya di tempat-tempat yang ia singgahi. Sebaliknya, pergi ke tempat-tempat yang jauh dari rumah adalah proses menemukan potongan-potongan…

Berdamai? Coba tanya Rafael!

Serangan panik selalu menjadi penyundut terbaik untuk membakar tumpukan sekam yang berisi kepentingan banyak orang. Kepentingan untuk menjadi populer, pembuktian, atau sekedar menyelesaikan perjuangan keseharian. Pun terjadi pada saya beberapa minggu lalu di kantor, pertengkaran sia-sia nyaris berlangsung antara saya dan seorang rekan yang meminta melakukan sesuatu tanpa tedeng aling-aling dan berpikir lebih jauh dampak dari permintaannya….