Aku selalu merindukan saat-saat kita berbincang

‘Hai ganteng’, aku menyapa mu seraya melayangkan kecupan bibirku di tulang pipimu. Kau tersenyum malu-malu mencubit hidungku. Aku duduk di sampingmu, di atas buliran pasir putih, kusandarkan kepalaku beserta isinya di pundakmu yang kokoh seperti batang pohon kelapa yang tidak pernah tumbang diterpa angin pantai. Kedua telapak kaki kita beberapa kali dibasahi air ombak. Tidak…