Volunteering #BlogSeries: A sandwich Technique

After a year I joined in Sahabat Anak as a teacher for Marginal Children, the volunteers gave me a chance to being a Coordinator of Sahabat Anak Kota Tua. It was the first time for me to lead the volunteers and ensure all the program and planning went well. It was not easy to lead…

Dinda, Relawan dan TurunTangan

“Menjadi Relawan TurunTangan melampaui limitasi yang pernah saya buat sendiri” Tulisan ini dibuat untuk seorang apatis yang mempertanyakan arti sebuah kerelawanan kepada saya beberapa minggu lalu. Saat diberondong beberapa pertanyaan, saya sengaja hanya menjawab simple-simple saja atau sesepele “emang hidup gue kurang kegiatan aja, jadi bawaannya pengen ini itu, bikin banyak hal.” Tapi sebenarnya tidak…

2014: Refleksi seorang Dinda

Kapida, Nuzul, Lizar, Doki, Iwan, Obi, Jore, dan Tanti adalah orang-orang yang menguatkan seorang Dinda di sepanjang tahun ini. Selamat Tahun Baru kaliaaan… — 31 Desember 2014. Banyak yang bikin resolusi untuk tahun berikutnya, banyak yang menguntai harapan, banyak juga yang merencanakan hal-hal besar. Sementara saya, pinginnya refleksi dulu. Sudah berbuat apa saja di satu tahun…

Untuk Kalian (Relawan) yang Tak Ternilai — #31HariMenulis

Aku bangga ada Kak pida, Nuzul, Doki, dan Lizar di hidup aku. || Kalian adalah hal paling berharga dari semua hal yang pernah Tuhan kasih untuk saya. Maaf, karena saya pernah lari dari melayani. || saya masih TurunTangan untuk Indonesia, HADAPI!!! — Satu tahun ini banyak sekali yang melontarkan pertanyaan retoris kepada saya. Retoris teh naon din? Kalau kata…